Skip to content

Eropa Cabut Sanksi Dumping Sepeda RI

July 22, 2011
Bisnis Indonesia, Jakarta – Uni Eropa resmi mengakhiri pemberlakukan sanksi bea masuk anti-dumping atas produk sepeda Indonesia, setelah European Bicycle Manufactures Industry (EMBA) menarik permintaan review anti- dumping.

Pengakhiran sanksi anti-dumping tersebut dikeluarkan oleh Komisi Eropa melalui Keputusan Council Regulation No. 854/2002 tertanggal 21 Mei 2002. Salinan putusan tersebut, diterima Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia (AIPI) 28 Mei lalu.

Ketua Umum AIPI Prihadi kepada Bisnis menjelaskan dalam putusan itu disebutkan EMBA telah secara resmi menarik permintaan review penerapan sanksi anti-dumping yang disampaikan kepada Komisi Eropa pada 6 Februari 2002.

Keputusan penghentian sanksi tersebut, menurut dia, juga berlaku bagi dua negara lain yang dikenai sanksi serupa, yakni Malaysia dan Thailand.

Indonesia dan dua negara ini dikenai bea masuk anti dumping berdasarkan pu-tusan Council Regulation No. 648/1996.

Berdasarkan hasil penelitian dan investigasi yang telah dilakukan beberapa bulan lalu, kata Prihadi, Komisi Eropa tidak menemukan adanya injury yang dialami industri sepeda setempat.

“Apalagi EMBA telah menarik permintaan review-nya sehingga tidak alasan bagi Komisi Eropa untuk melanjutkan investigasi. Karena itulah maka komisi memutuskan untuk menghentikan penelitian dan investigasi serta mengakhiri penerapan sanksi tersebut,” paparnya.

Sejak 1996 Indonesia bersama Malaysia dan Thailand sejak 1996 telah dikenai sanksi BMAD di pasar Uni Eropa setelah Komisi Eropa membuktikan adanya praktek dumping oleh tiga negara itu. Khusus untuk Indonesia besarnya sanksi ditetapkan antara 21,9% hingga 28,4%.

Sanksi yang berlangsung selama lima tahun tersebut semestinya berakhir pada 12 April 2001, namun sebelum sanksi itu berakhir EMBA mengajukan petisi perpanjangan sanki (expiry review) atas sepeda asal ketiga negara itu, sebelumnya akhirnya investigasinya dihentikan oleh Komisi Eropa.

Prihadi menjelaskan sejak awal AIPI menilai bahwa permintaan perpanjangan sanksi tersebut tidak berdasar karena selama periode investigasi tersebut ekspor Indonesia ke UE tidak lebih dari 1%.

Apa lagi, menurut dia, tiga dari empat produsen sepeda Indonesia yang terkena sanksi UE telah tutup, yaitu PT Federal Cycle Mustika, PT Toyo Ashahi Bicycle dan PT Java Perdana Bicycle Industries. “Ketiga perusahaan tersebut orientasi ekspor ke pasar Uni Eropa hingga 70% dari total produksinya.”

Sedangkan satu perusahaan lainnya yakni PT Wijaya Indonesia Makmur Bicycle Industries sejak dikenai sanksi Uni Eropa lebih menfokuskan pemasarannya di dalam negeri dan mengekspor dalam jumlah relatif kecil di luar negara Uni Eropa. (cp)

Sumber: Bisnis Indonesia ; Economy Thu, 30 May 2002 08:40:00 WIB
http://cybernews.cbn.net.id/cbprtl/cybernews/detail.aspx?x=Economy&y=cybernews|0|0|3|3527

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: